Sebaik-Baik Bekal Adalah Taqwa



Hakekat hidup didunia ini adalah sebuah perencanaan untuk mengumpulkan bekal sebanyak banyaknya untuk di akhirat kelak, yang mana di akhirat bukanlah perjalanan yang pendek.Allah sudah menjelaskan bahwa bekal yang paling baik itu adalah taqwa kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala.


Allah menyatakan di dalam firman-Nya:


…..وَتَزَوَّدُوا فَإِنَّ خَيْرَ الزَّادِ التَّقْوَى وَاتَّقُونِ يَاأُوْلِي اْلأَلْبَا

Artinya: “…..Berbekallah, dan sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah taqwa, dan bertaqwalah kepada-Ku hai orang-orang yang berakal”. (Q.S. Al-Baqarah [2]: 197).


Allah berfirman:

وَمَنْ يَتَّقِ اللَّهَ يَجْعَلْ لَهُ مَخْرَجًا وَيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِب

Artinya: “Barangsiapa yang bertakwa kepada Allah niscaya Allah berikan baginya jalan keluar dan Allah akan berikan rezeki kepadanya dari arah yang tidak dia sangka-sangka”. (Q.S. At-Thalaq : 2-3).

Firman Allah pad ayat lainnya:

وَمَنْ يَتَّقِ اللَّهَ يَجْعَلْ لَهُ مِنْ أَمْرِهِ يُسْرًا

Artinya: “Barangsiapa yang bertakwa kepada Allah niscaya Allah jadikan baginya kemudahan dalam urusannya”. (Q.S. At-Thalaq: 4).


Persiapan untuk akhirat

Mengumpulkan bekal taqwa berupa menjalankan perintah Allah dan meninggalkan larangan-Nya, merupakan bagian dari persiapan untuk kampung akhirat. Ibarat menabung adalah kita sedang menyiapkan ‘TASKA’ (Tabungan Asuransi Kampung Akhirat) atau ‘BCA’ (Bank Central Akhirat).

Tabungan ini berupa mengerjakan ibadah-ibadah mahdhah individu, seperti shalat lima waktu, bertadarus Al-Quran, memanjatkan doa, berdzikir, dan beristighfar. Juga ibadah yang berdimensi sosial, seperti menunaikan zakat, infaq shadaqah, menyantuni fakir miskin, membangun fasilitas sosial, memaafkan orang lain, dan sebagainya.

Allah mengingatkan tentang pentingnya persiapan ini di dalam ayat:

يَـٰٓأَيُّہَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ ٱتَّقُواْ ٱللَّهَ وَلۡتَنظُرۡ نَفۡسٌ۬ مَّا قَدَّمَتۡ لِغَدٍ۬‌ۖ وَٱتَّقُواْ ٱللَّهَ‌ۚ إِنَّ ٱللَّهَ خَبِيرُۢ بِمَا تَعۡمَلُونَ

Artinya: “Hai orang-orang beriman, bertaqwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat) dan bertaqwalah kepada Allah sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan”. (Q.S. Al-Hasyr [59]: 18).

Persiapan untuk hari esok yang dekat yaitu kematian dan esok yang jauh yaitu hari kiamat. Yakni bahwa orang beriman itu menyiapkan diri dengan ibadah, amal shalih, dan ketha’atan. Mukmin itu semakin hari seharusnya semakin berkualitas, semakin baik dan semakin bertakwa.

Ibnu Jarir Ath-Thabari memberikan pendapat,
 “Lihatlah apa yang akan terjadi di hari kiamat kelak dari amalan-amalan yang diperbuat manusia. Apakah amalan shalih yang menghiasi dirinya ataukah amalan kejelekan yang berakibat jelek di akhirat?”

Karena itu, tidak lain menyiapkan bekal dengan berbagai amalan kebaikan menjadi kebutuhan utama setiap kita individu Muslim. Sehingga kelak saat menghadap Allah dan menuju hari akhirat, bekal itulah yang menjadi kawan kita menuju syurga yang penuh kenikmatan.

Bagi anda yang berencana untuk menunaikan ibadah aqiqah dapat mempercayakannya kepada kami, Aqiqah Al Kautsar. Aqiqah Jogja Profesional dengan Paket Kambing Aqiqah Syar’i, Sehat, Murah, dan Berkualitas

Keterangan lebih jelas untuk harga terbaru klik di sini.


Tag : Artikel
Back To Top